![]() |
| sumber : http://www.independent.co.uk |
Berbaris menapakkan kaki di bumi yang dingin. Berjalan memikul penolakan. Eksodus dengan membariskan harapan untuk kehidupan yang lebih layak.
Warga Rohingya melakukan perjalanan menuju Bangladesh untuk menghindari
konflik yang terjadi di Rakhine, Myanmar. Penyiksaan yang terjadi secara
bertubi-tubi mulai dari kekerasan fisik, pemerkosaan hingga pembakaran desa
yang dilakukan oleh militan Myanmar membuat etnis minoritas ini tak punya
pilihan selain pergi ke tempat yang lebih aman.
Penyerangan pos polisi oleh gerilyawan Rohingya dengan menggunakan pisau
dan bom merupakan awal mula dari pecahnya kembali konflik etnis Rohingya dan
Myanmar yang tak pernah berhenti. Pihak Myanmar meyakini bahwa gerilyawan yang
menyerang pos polisi itu merupakan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA).
Memuncaknya kembali konflik Rohingya dengan militan Myanmar ini kemudian
menjadi sorotan PBB dan banyak negara lainnya. Situs berita UN Dispatch
menyatakan bahwa Myanmar telah memenuhi delapan tahap genosida yang ditetapkan
oleh Genocide Watch.
PBB dan banyak negara lainnya, seperti Turki salah satunya, menganggap
Myanmar sedang melakukan kejahatan kemanusiaan genosida. Genosida merupakan
pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok
dengan maksud memusnahkan. Dilansi dari kantor berita Reuters,
“Ada genosida di sana,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Endorgen.
Banyak negara yang ikut membantu Rohingya, tetapi banyak juga negara
yang tak acuh dengan kejahatan yang sedang terjadi di Rakhine itu. “Seharusnya
negara-negara lain, terutama negara Islam, ikut andil dalam membantu
korban-korban di sana. Tidak diam saja begitu,” ujar Ridha, mahasiswa Psikologi
Universitas Islam Negeri.
Genosida selalu terjadi dengan terorganisir. Pemerintah biasanya akan
mengepalai secara diam-diam dengan menggunakan militan untuk melancarkan
maksudnya. Melalui militan, pemerintah kemudian akan lepas dari tanggung jawab.
Dalam kasus Rohingya, tentara pemerintah juga masuk dalam kubu militan dan
membakar desa-desa secara terorganisir.
Dalam delapan tahap genosida yang ditetapkan oleh Genocide Watch, salah satunya ada pemusnahan. Pada tahap pemusnahan
ini genosida dilancarkan. Bagi pelaku genosida, tujuan mereka bukan sekadar
membantai atau membunuh, tetapi benar-benar memusnahkan. Pelaku genosida
menganggap etnis atau kemlompok yang menjadi tujuannya merupakan hama yang
harus diberantas hingga musnah. Upaya pemusnahan ini pernah dilakukan Nazi
yang dipimpin oleh Adolf Hitler
terhadap Yahudi pada tahun 1940-an.
Para warga etnis sasaran genosida biasanya dibatasi masalah keturunan. Mulai
dari jumlah anak sampai dengan siapa mereka melakukan pernikahan. Hal ini
terjadi pada warga Rohingya. Warga Rohingya dibatasi keturunannya dengan hanya
diperbolehkan memiliki dua anak. Warga Rohingya juga tidak diperbolehkan untuk
menikah oleh etnis lain atau hanya diperbolehkan untuk menikah dengan sesama warga
Rohingya.
Memiliki rupa dan kodrat yang sama tak lantas membuat warga Rohingya
mendapat hak yang sama seperti penduduk lainnya. Pengakuan bagaikan angan.
Tangan-tangan berusaha menjulur, tetapi tak kunjung sampai.

Ayo kita bergerak untuk rohingya!👊
ReplyDeleteBetul... kalau bukan kita siapa lagi. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteMiris sekali bacanya. Semoga warga rohingya mendapatkan hak yang sama yang pantas didapatkan oleh manusia lainnya.
ReplyDeleteMemang miris melihat kondisi warga Rohingya. Aamiinn.... terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteGenosida sungguh menyeramkan. Semoga warga rohingya bisa merdeka
ReplyDeleteKejahatan manusia yang tak terbayangkan memang. Aamiin... Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteWe need to fight for human rights. Goodluck!
ReplyDeleteyes we do! thanks for read my writings and for your support! ;)
DeleteTulisan yang menarik. Ingin memberi masukan saja mengenai pemberian huruf kapital yang harus lebih diperhatikan lagi :)
ReplyDeleteTerima kasih atas pembetulan dan sarannya. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteSemangat terus menulisanya
ReplyDeleteTerima kasih sudah membaca dan terima kasih atas supportnya! ;)
Deleterohingya such a heartbroken to hear
ReplyDeleteYes it is... so heartbreaker
Deleteyou go girl. goodluck! xxx
ReplyDeletethanks for the support love! ;)
DeleteTurut prihatin atas kejadian yang menimpa etnis Rohingya. Tulisan yang bagus :)
ReplyDeleteterima kasih sudah membaca! ;)
DeleteI really upset knowing the truth, but can't help too much. :')
ReplyDeleteSemoga negara-negara lain, terutama umat islam lebih aware dg konflik yg terjadi di rohingya. Terutama indonesia sebagai negara tetangga dan dengan masyarakat yg mayoritas muslim, sangat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kejahatan manusia yg terjadi di rohingya.
Lanjutkan tulisannya:))
I really upset knowing the truth, but can't help too much. :')
ReplyDeleteSemoga negara-negara lain, terutama umat islam lebih aware dg konflik yg terjadi di rohingya. Terutama indonesia sebagai negara tetangga dan dengan masyarakat yg mayoritas muslim, sangat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kejahatan manusia yg terjadi di rohingya.
Lanjutkan tulisannya:))
Tentunya kepedulian dari semua pihak sangat diharapkan dalam krisis kemanusiaan ini. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteThankyou for writing this. Kita jadi tau kondisi rohingnya sekarang dan ini sangat menyedihkan. Semoga ke depannya kita bisa menemukan titik terang untuk Rohingnya
ReplyDeleteAamiinn... Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteKita jadi tau dan ikut prihatin atas kejadian rohingnya,semoga semua bisa ada jalan keluar nya dari permasalahan ini.
ReplyDeleteAamiin... Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteSaat sudah terjadi masalah kemanusiaan, masalah ini bukan hanya harus diselesaikan orang2 tertentu, penganut agama tertentu atau kelompok tertentu. Tp ini harus diselesaikan oleh semua orang yang masih menyadari kalau mereka adalah manusia.
ReplyDeleteBenar sekali. Dalam masalah ini tangan dan kepedulian semua orang sangat dibutuhkan. Terima kasih sudah membaca! ;)
Deletemasalah rohingya harus segera diselesaikan sebelum semakin anarki
ReplyDeleteBenar sekali. Sebelum semakin parah. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteYaAllah miris bgtt bacanya, disaat manusia ingin hidup damai, namun warga minoritas tertindas:(
ReplyDeleteRohingya is heartbroken to hear. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteSemoga pihak2 lain dapat membantu lewat doa dan tindakan bukan hanya wacana belaka dan semoga menemukan solusi terbaik untuk warga Rohingya 🙏
ReplyDeleteBenar sekali. Tindakanlah yang sangat dibutuhkan saat ini. Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteSemoga rohingnya tetap diberi ketabahan yaa. Amin
ReplyDeleteAamiin... Terima kasih sudah membaca! ;)
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteGood information nihh
ReplyDeletethank you for reading my writing! ;)
Deletehalo rekan penulis! hahaha. pilihan topik isunya sangat menarik! mengenai salah satu krisis kemanusiaan terbesar yang sedang terjadi saat ini.
ReplyDeletetulisan ini dapat menyuarakan bagaimana sudut pandang kamu sebagai penulis – juga sebagai pemuda Indonesia – dalam melihat dan menanggapi isu-isu sosial di seluruh dunia yang sedang terjadi saat ini.
hal ini menandakan akan adanya rasa kepedulian pemuda-pemuda di Indonesia terhadap permasalahan yang sedang terjadi di seluruh dunia.
maka, pemuda Indonesia tidak hanya mengerti bagaimana cara mengakses beragam informasi, namun memahami apa yang menjadi masalah dan membagikan aspirasinya melalui beragam wadah, termaksud salah satunya adalah dengan menulis.
pesan saya, tolong cek lagi Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk diksi-diksimu dengan awalan dan akhir kata, cth: penolak-an.
selain itu, mungkin kamu juga dapat melihat kembali ke dalam tulisanmu mengenai komposisi dalam kalimat yang lebih efektif. penggunaan beragam diksi yang sesuai – untuk jenis tulisan-tulisan jurnalistik – agar lebih membuat tiap kalimatmu lebih hidup juga perlu. itu saja.
writer learns everytime.
read, write and repeat!!!
regards❤❤❤
dunno, Blogger doesn't verify my WordPress account to publish comment here. so here i am.
DeleteThank you so much for your thoughtful comment and your time for reading and giving me some advice. I'm appreciate it. Thank you so much! much loveee
DeleteSangat bermanfaat. Semoga dapat terus sharing tulisan positif seperti itu yaaa:)
ReplyDeleteTerima kasih sudah membaca! ;)
Delete