sumber : http://www.independent.co.uk Berbaris menapakkan kaki di bumi yang dingin. Berjalan memikul penolakan. Eksodus dengan membariskan harapan untuk kehidupan yang lebih layak. Warga Rohingya melakukan perjalanan menuju Bangladesh untuk menghindari konflik yang terjadi di Rakhine, Myanmar. Penyiksaan yang terjadi secara bertubi-tubi mulai dari kekerasan fisik, pemerkosaan hingga pembakaran desa yang dilakukan oleh militan Myanmar membuat etnis minoritas ini tak punya pilihan selain pergi ke tempat yang lebih aman. Penyerangan pos polisi oleh gerilyawan Rohingya dengan menggunakan pisau dan bom merupakan awal mula dari pecahnya kembali konflik etnis Rohingya dan Myanmar yang tak pernah berhenti. Pihak Myanmar meyakini bahwa gerilyawan yang menyerang pos polisi itu merupakan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan ( Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA). Memuncaknya kembali konflik Rohingya dengan militan Myanmar ini kemudian menjadi sorotan PBB dan banyak negara lainnya. ...