Skip to main content

Kekerabatan di Balik Sibuknya Pasar

Pasar Kemiri Depok oleh journalistjourn.blogspot.com

Pemandangan ramai dan sibuk membungkus kisah di balik para pedagang pasar.
                                                                                                                                                                                   


Pasar yang  menjadi pusat perbelanjaan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga dan lainnya ternyata menyimpan banyak cerita di dalamnya. Pemandangan ramai dan sibuk membungkus kisah di balik para pedagang pasar.

            Banyak orang berpikir bahwa pasar hanya sekadar tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli demi memenuhi kebutuhan masing-masing pihak. Di balik itu semua pasar juga menjadi tempat bertemunya sesama pedagang yang awalnya tak mengenal, tetapi seiring waktu dengan adanya kesamaan tujuan dan rasa kedekatan, para pedagang mulai saling berkoneksi. Tak jarang dilihat pedagang yang membantu jualan dari pedagang lain ketika teman sesama pedagangnya sedang beristirahat sebentar sekaligus menjalankan ibadah. Rekan pedagang tetangga biasanya akan membantu melayani pembeli yang datang ke toko tetangganya itu. “Namanya di pasar ya kenal kanan-kiri sudah pasti dekatlah karenakan ketemu terus setiap hari dari pagi sampai ketemu pagi lagi,” ujar Yanto, pedagang sayur-mayur di Pasar Kemiri, Depok.

Kekerabatan di dalam pasar memang tak bisa dipungkiri. Banyak pertemuan sesama pedagang dengan dasar kepentingan dan tujuan yang sama kemudian tumbuh menjadi persahabatan dan kekeluargaan. Berdampingan setiap hari membuat terciptanya suasana seperti rumah bagi para pedagang di Pasar Kemiri. Mengisi waktu kosong dengan canda tawa ketika sepi pembeli adalah hal yang dilakukan para pedangang di pasar ini.

Tak hanya kepada sesama pedagang, sering juga ditemukan hubungan pedagang dan pembeli yang seiring waktu berubah menjadi pertemanan. Seperti seorang pembeli bernama Mira yang kini berteman dengan salah satu pedagang ayam. “Ya awalnya kami hanya sekedar pedagang dan pembeli, tetapi karena saya sering membeli di situ jadi lama-lama dekat dan dia juga sering tanya-tanya waktu anaknya mau masuk sekolah,” ujar Mira.

Pasar yang menjadi tempat pertemuan pedagang dan pembeli ternyata juga membangun tali persaudaraan baru bagi beberapa orang. Membangun tempat mencari nafkah menjadi sebuah rumah kedua menjadi naluri alami bagi para pedagang dan pembeli di pasar ini.

Tersembunyi di balik wajah sibuk pasar terdapat tawa-tawa hidup dari kekerabatan yang terbentuk seiring dengan waktu.

                                                                                                                                        
Feature ini berhasil dimuat di media online DEPOKPRESS.COM pada 29 Mei 2017 dengan link: https://depokpress.com/2017/05/19/kekerabatan-di-balik-sibuknya-pasar/ 

Comments

  1. Replies
    1. Terima kasih sudah membaca dan berkomentar! ;)

      Delete
  2. saya ngerasain ini��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dan Ibu saya juga merasakan ini... terima kasih sudah membaca! ;)

      Delete
  3. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

    ReplyDelete
  4. kekerabatan dalam supermarket seperti SPG dsb boleh coba ditulis juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas sarannya. Saya akan mencoba menulisnya dalam waktu dekat. Stay tuned! ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Genosida : Diambang Pemusnahan Etnis Rohingya

sumber : http://www.independent.co.uk Berbaris menapakkan kaki di bumi yang dingin. Berjalan memikul penolakan. Eksodus dengan membariskan harapan untuk kehidupan yang lebih layak. Warga Rohingya melakukan perjalanan menuju Bangladesh untuk menghindari konflik yang terjadi di Rakhine, Myanmar. Penyiksaan yang terjadi secara bertubi-tubi mulai dari kekerasan fisik, pemerkosaan hingga pembakaran desa yang dilakukan oleh militan Myanmar membuat etnis minoritas ini tak punya pilihan selain pergi ke tempat yang lebih aman. Penyerangan pos polisi oleh gerilyawan Rohingya dengan menggunakan pisau dan bom merupakan awal mula dari pecahnya kembali konflik etnis Rohingya dan Myanmar yang tak pernah berhenti. Pihak Myanmar meyakini bahwa gerilyawan yang menyerang pos polisi itu merupakan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan ( Arakan Rohingya Salvation Army, ARSA). Memuncaknya kembali konflik Rohingya dengan militan Myanmar ini kemudian menjadi sorotan PBB dan banyak negara lainnya. ...

Mimpi Sebuah Pohon

Taman Bunga Bogor oleh journalistjourn.blogspot.com Mungkin banyak makhluk yang lebih hebat dariku, tetapi aku cukup sebagai diriku dengan apa yang aku lakukan.                                                                                                                                                                                                     Beberapa kali aku mendengar orang ingin menjadi sepertiku. Katanya aku selalu di tempat. Katanya aku setia. Katanya juga aku tak pernah ber...

The First Storm

oleh journalistjourn.blogspot.com The beginning is always feel so good yet scary. You get excited while risking your old one.                                                                 It was the darkest noon ever.  Sitting on the station while counting the train.  Feels so cold yet sweaty on the white shirt and pink bag.  Feels so wronged with myself and couldn't find any way to turn back time.  I close my eyes and start making a thousand promises, "I will find a way, no matter what," I said.  I open my eyes and start steping into the train.  I said the same thing over and over on my head and that's my first-turning poi...